Lingkar Seni-Budaya Rakyat Solo

Senin, 16 Februari 2009

Esai Tamu: Menafsir Puisi-puisi DN Aidit

›
Oleh: Asep Sambodja “Tukang pidato adalah seniman,” kata Njoto alias Iramani, menerjemahkan pernyataan Multatuli, “Ook de redenner is een ku...

Cerpen: Dan Gerimis Belum Juga Usai

›
Oleh: Gatot Prakosa Gerimis belum juga mau berhenti. Malam bergerak lebih cepat di dalam ruang tamu keluarga Pak Daud yang jendela-jendelan...

Esai: SASTRA YANG MEMBANGUN SOLIDARITAS

›
Oleh: Gatot Prakoso Bencana tsunami yang menghancurkan Aceh dan sebagian Sumatera Utara sungguh memilukan. Peristiwa yang telah membunuh 160...

Cerpen: Lelaki Komunis Terakhir

›
Oleh: Joko Sumantri KUPILIH kereta dan bukan pesawat. “Perjalanan yang cuma sebentar bukanlah perjalanan,” suara Alkodar terngiang di teling...

Esai: Kemerdekaan Kreatif Masih Relatif

›
Oleh: Joko Sumantri Mungkin kurang dinyana kalau reformasi politik di tahun 1998 berimbas pada segi-segi lain, termasuk pada ranah seni-buda...
Minggu, 15 Februari 2009

Apa dan Siapa LIBAT

›
Perkembangan seni-budaya sungguh luar biasa belakangan hari ini. Melalui apa yang disebut kemajuan teknologi informasi dengan berbagai varia...
Beranda
Lihat versi web

Mengenai Saya

libatsolo
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.